Sabtu, 29 April 2017

TRIP TO CURUG CIBADAK GUNUNG SALAK LOJI BOGOR

May Day itulah tema liburan minggu ini, sabtu minggu senin libur panjang, saya pun memanfaatkan liburan panjang ini berencana pergi ke curug. Teman gawean saya sudah ngajakin ke Curug Cibulao hari minggu tetapi kondisi teman teman saya di rumah tidak bisa, akhirnya saya mengalihkan ke Curug Cibadak pada hari sabtunya. Searching di internet Curug Cibadak ini berada di Ds.Loji Kec.Cijeruk Bogor masuk ke dalam Kawasan Gunung Salak, di daerah ini juga masih terjaga ekosistemnya dilihat dari adanya penangkaran burung elang yang langka disini.

Sabtu 29 April pukul 07.00 saya dan Pardi berangkat dari Tambun Bekasi menuju titik pertemuan di Pom Klapanunggal, nantinya Pak Sogak dan temannya akan menunggu disana. Ketika sampai sesudah Pasar Cileungsi kami bertemu dengan Pak Sogak dan Pak Abadi di jalan, akhirnya kami lanjut perjalanan kembali. Jalur yang kami lalui meliputi Bekasi – Cileungsi – Citeureup – Sirkuit Sentul – Jl.Raya Bogor - Kebun Raya Bogor – BTM – Istana Batu Tulis – Stasiun Batu Tulis – Jl.Raya Cihideung – Jl.Raya Cijeruk – Loji Gn.Salak.

Kami berhenti sejenak di depan Kebun Raya Bogor untuk mengisi perut dengan memakan bubur ayam, karena sudah pukul 09.00 kepala saya sudah pusing di perjalanan karena belum makan.hehe Dari Kebun Raya Bogor kami mengambil ke kiri ke samping BTM, di BTM Pak Sogak menitipkan motornya disini lalu boncengan dengan Pak Abadi.


Dari BTM terus lalu setelah pasar ambil kiri kembali ke arah Jl.Pahlawan.

Terus ke Istana Batu Tulis, jalanan disini memang kecil alhasil disetiap ada pertigaan pasti akan macet. Ada sebuah pertigaan lalu kami ambil ke kanan ke Cihideung/Sukabumi.


Kami juga melewati sebuah plang di kanan jalan ke sebuah curug yaitu Curug Putri Pelangi, akan saya ingat agar nanti ke curug ini sudah hafal jalannya. 

Sampai akhirnya kami menemukan sebuah plang yang ke arah Loji di kanan jalan, lalu kami berbelok ke kanan.



Ikuti jalannya terus kemudian ada pertigaan dengan sebuah sekolah SD dan ada plang petunjuknya juga di tengah tengah yang mengarahkan ke kanan ke Air Terjun / Suaka Elang.

Tidak lama sampailah kami di parkiran Curug Cibadak dan Suaka Elang ini, untuk biaya parkir dikenakan 10.000/motor. Untuk yang ingin kemping berhari hari atau hanya berkunjung sehari saja tempat parkirnya berbeda.




Sebelum berjalan menuju Curug Cibadak kami membeli air minum dahulu dikarenakan disepanjang jalan ataupun di area curugnya tidak disediakan warung demi menjaga kebersihan alamnya menurut penjaganya, bagus banget.



Lalu kami lakukan perjalanan ke Curug Cibadak yang diperkirakan 1 jam berjalan kaki, banyak petunjuknya disekitar jalan sehingga kita tidak akan tersesat.









Setelah 15 menit berjalan kami masuk ke hutan hutan pinus dimana disini kami membeli tiket masuk ke dalam area ini HTM 10.000/orang









Sangat disayangkan tempat sebagus ini di hutan hutan pinus ini lebih banyak dimanfaatkan untuk pacaran, banyak tenda tenda yang berisi hanya 2 orang saja, yah semoga saja kedepannya dapat dimanfaatkan dengan kegiatan yang bermanfaat, karena ini Gunung Salak yang terkenal keangkerannya, ngeri kalau berbuat yang tidak tidak seperti cerita teman kerja saya yang kampungnya di Gunung Salak daerah leuwiliang dimana ada 3 pasang meninggal dempet di tendanya dan dia yang memandikan jenazahnya. Dari hutan pinus ini kami berjalan terus ke depan menuju hutan yang cukup lebat.



Setengah perjalanan kami beristirahat sejenak di sebuah pos di tengah hutan.





Setelah rasa lelah sedikit hilang lalu kami lanjut kembali berjalan, trek menuju ke Curug Cibadak ini dari loket masuknya jalurnya terus menanjak alhasil bisa menguras tenaga. Sampailah kami di sebuah jembatan kayu, nah jika sudah sampai di jembatan kayu ini tandanya sudah dekat untuk ke Curug Cibadaknya.




Terlihat dari kejauhan puncak dari Curug Cibadak luar biasa tingginya seperti gedung.



Sampailah kami di depan Curug Cibadak, sudah ada beberapa orang disini, ada yang hanya berkunjung seperti kami, ada yang panjat tebing di curugnya, ada juga yang kemah disini.




Sumpah seger banget air di Curug Cibadak ini, saya mengambil dengan botol dan botolnya langsung berembun karena airnya dingin. Kami naik ke atas ke aliran dari Curug Cibadak yang memiliki kolam yang dangkal.






Setelah mandi di aliran atasnya, kami pindah ke aliran yang ada di bawah, lebar dari kolam di aliran ini hanya sekitar 1.5 m akan tetapi kedalamannya mencepai 4-6 m karena Pak Abadi mencoba menyelam ke dasar tidak sampai sampai, apa ora ada dasarnya ne kolam.hahaha



Pukul 14.00 kami sudahi mandi mandi di Curug Cibadak ini, dan kembali berjalan ke loket tadi untuk berganti pakaian. Di tengah perjalanan turun ada seorang cewe cantik sendirian sedang perjalanan naik ke Curug Cibadak, napak apa ora tuh cewe ya, kalau napak sama waktu masih siang w temenin dah sampe curugnya.hehe Tibalah kami di loket masuk tadi dan menuju ke mushola di sebrang jembatan gantungnya, setelah ganti pakaian lalu shalat kami pun berjalan kembali menuju parkiran, waktu turun sangat cepat sekali hanya 15 menit, sedangkan naik sampai 1 jam. Di parkiran kami ngopi ngopi sejenak melepas lelah dan akhirnya kami kembali pulang ke Bekasi pukul 17.00.

Sampai ketemu lagi diperjalanan saya ke curug curug selanjutnya.

Note : Sertakan sumbernya bila ingin mengambil gambar atau cerita dari blog ini, terima kasih.

Senin, 24 April 2017

TRIP TO CURUG JATAKE/CURUG LEMBAH PELANGI CIBUNGBULANG BOGOR

Bulan ini memang banyak sekali libur panjangnya mulai dari tangal 14 dan 24, saya tertarik dengan suatu destinasi wisata yang baru terkenal yaitu di Gunung Benteng Pangbangbon yang berada di Lewiliang Bogor, akan tetapi ada curug juga yang saya ingin kunjungi yaitu Curug Lembah Pelangi yang berada di Kp.Jatake Ds.Cimanggu Kec.Cibungbulang Bogor juga. Tanggal 24 April saya pun mengatur rencana untuk jalan antara Gunung Benteng atau Curug Lembah Pelangi, saya menghubungi Pak Sogak dan Supardi, akan tetapi Supardi tidak bisa ikut dikarenakan acara Isra Mi’raj, jadi saya dan Pak Sogak yang berangkat kesana.


Senin 24 April 2017 sehabis subuh saya otw dari Tambun menuju rumah Pak Sogak di Cibarusah, pukul 06.00 saya tiba di rumah Pak Sogak, 10 menit kemudian kami melakukan perjalanan ke Curug Lembah Pelangi dahulu, jika waktu masih siang akan kami lanjut ke Gunung Benteng. Jalur yang kami lalui mulai dari Cibarusah – Klapanunggal/Sodong – Citeureup – Sirkuit Sentul – Jl.Raya Bogor – Bubulak – IPB Dramaga – Cibungbulang. Sesampainya di Sirkuit Sentul kami belok ke kanan menuju Jl.Raya Bogor, kata Pak Sogak lewat Babakan Madang juga bisa nanti tembus di Jl.Pajajaran tapi karena belum tahu benar jalurnya akhirnya lewat Jl.Raya Bogor saja yang gampang.



Lalu belok kanan ke arah Dramaga.

Lalu belok ke kiri ke arah Terminal Bubulak/Yasmin (lurus ke Parung)

Mentok kemudian belok ke kanan ke arah IPB Dramaga (kiri ke Ciomas/Ciapus)



Sesampainya disini saya mulai membuka google map karena saya belum tahu persis lokasinya, saya search dengan kata kunci “Curug Lembah Pelangi” nah ketemulah tinggal ikutin jalan saja dah. Dari depan IPB Dramaga kami masih lurus terus, kemudian pertigaan Cikampak/Ciseeng kami ambil kiri, melewati 2 pom bensin di kanan jalan dan 1 pom bensin di kiri jalan. Akhirnya kami sampai di depan gang masuk ke Curug Lembah Pelangi, tidak ada petunjuk ataupun sejenis spanduk yang mengarahkan ke Curug Lembah Pelangi jadi hanya berpatokan pada google map saja. Di gang masuknya ada berupa Gapura.



Terus saja ikuti jalan nanti ada pertigaan dengan sebuah Gapura lagi yang akan masuk ke Kampung Jatake, ambil lurus masuk ke dalam Gapura tersebut.



Lalu ada pertigaan lagi dengan sebuah plang petunjuk yang mengarahkan ke Curug Lembah Pelangi



Lalu turun ke bawah dan belok kiri ada sebuah tulisan Parkir Motor.




Pukul 08.30 kami sampai di depan pintu masuk Curug Lembah Pelangi, terlihat banyak anak anak sekolah dan guru gurunya sedang melakukan liburan.





HTM di Curug Lembah Pelangi ini 4.000/orang dan 5.000/motor, tidak ada tiket masuk resminya hanya ada tiket parkirnya saja karena masih dalam tahap pengelolaan.



Dari loket tiket kami menuruni anak tangga ke bawah, ada sebuah curug kecil disini sekitar 7 meter tingginya, kami tidak tahu persis namanya atau mungkin belum ada nama dari curug kecil ini.







Dari atas sini sudah terlihat pemandangan di bawah dengan beberapa saung.





Sampai di bawah kami langsung berfoto di sebuah curug yang cukup tinggi juga sekitar 14 meter dengan kolam yang mengalir ke sebuah kolah renang.






Ada kolam renang disini yang disediakan dengan kedalaman hanya sepinggang orang dewasa.



Cukup lengkap fasilitas disini mulai dari saung, kamar ganti/toilet, warung dll.



Lalu kami menuju ke bawah ke Curug Lembah Pelangi, Curug Lembah Pelangi ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter dengan kedalaman mungkin sekitar 4 meter di bawah alirannya, hati hati jika ingin ke bawah sini karena agak licin bebatuannya. Curug Lembah Pelangi ini aliran airnya berasal dari pemukiman warga di atas, ya bukan murni dari air pegunungan sehingga airnya juga bisa di lihat sangat keruh dan banyak sampah plastik dibawahnya. Sebagai saran saja walau airnya keruh tapi pemandangannya bagus, nah yang harus dibenahi tinggal menjaga kebersihannya saja di aliran Curug Lembah Pelangi sehingga terlihat bersih bisa dilakukan oleh petugasnya ataupun pengunjungnya.






Ada 1 curug lagi di area ini, tinggi tapi alirannya kecil, saya tidak tahu curug apa ini namanya dan kami hanya berfoto foto disini.








Karena suasana mulai ramai akhirnya kami istirahat di atas sambil menikmati kopi di sampirng curugnya sambil memandangi ke bawah.



Pukul 10.30 kami sudahi kunjungan di Curug Lembah Pelangi ini, rencana kami ingin pulang melalui Gunung Pancar, saya ingin tahu apa ada curug baru lagi disana. Sampai di parkiran Curug Lembah Pelangi ketika ingin pulang kami ngobrol ngobrol sebentar dengan penjaganya, curug ini awalnya namanya Curug Jatake karena terletak di Kampung Jatake, karena lokasi di curug ini sudah di beli oleh orang luar namanya di rubah menjadi Curug Lembah Pelangi ya karena ada pelangi juga si jika siang hari di sekitar curugnya kemudian dikelola sehingga di bangun beberapa fasilitas disini.

Kami lanjut pulang melalui Gunung Pancar, belum ada lagi spanduk/plang curug baru disini, malahan curug curug seperti Curug Yasmin, Curug Cimarijan dll telah hilang spanduknya. Dari Gunung Pancar ini kami tembus ke Pasar Sukamakmur lalu Jonggol dan tiba di rumah Pak Sogak di Cibarusah pukul 14.30.

Sampai ketemu lagi diperjalanan saya ke curug curug selanjutnya.

Note : Sertakan sumbernya bila ingin mengambil gambar atau cerita dari blog ini, terima kasih.