Tampilkan postingan dengan label Curug Bogor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curug Bogor. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2022

TRIP TO CURUG SENTRAL JAYANEGARA SUKABUMI

Setelah sekian lama tidak explore curug curug, hari ini Sabtu 30 Juli 2022 saya akan kembali mengexplore salah satu curug yang berada di Kabandungan Sukabumi yaitu Curug Sentral. Disini saya akan solo trip ke curug ini berbekal informasi dari internet dan bertanya ke teman, karena sekarang saya tinggal di depok sudah dekat dengan cibinong, perjalanan saya pun jadi lebih dekat dengan wisata wisata air terjun di Bogor dan sekitarnya.
















Saya berangkat dari rumah pukul 07.00, karena disini saya solo trip jadi mengambil jalan utama yaitu melalui jalur Cikidang, jalur yang saya lalui meliputi Simpangan Depok – Kebun Raya Bogor – Jl Raya Tajur – Caringin -  Cigombong – Parung Kuda – Cikidang – Klapanunggal – Kabandungan – Curug Sentral. Di jalur Cikidang ini saya hanya menemui sedikit jalan yang rusak karena memang jalur ini merupakan jalur alternatif menuju Pelabuhan Ratu, dari masuk wilayah Cikidang saya mengikuti jalan lalu setelah melewati sebuah SPBU Pertamina ada sebuah pertigaan Pelabuhan Ratu – Gn Salak, dari pertigaan ini saya belok ke kanan ke arah Gn Salak lalu tinggal mengikuti jalan saja, jika menemukan pertigaan saya ambil lurus lalu sampailah saya di Desa Kabandungan.
















Setelah itu saya sampai di PT Perkebunan Teh Assam Jayanegara Indah, lalu masuk ke dalam mengikuti jalur kecil di samping bangunan.

















Darisini saya sudah dekat dengan gerbang masuk dari Curug Sentral, saya tiba disini sekitar pukul 10.00 dan memarkirkan kendaraan disini, sangat luas juga parkirannya HTM 5.000 & motor 5.000



















Kemudian saya masuk ke dalam bersama rombongan keluarga dari Klapanunggal dan disambut dengan area perkebunan teh.



















Kondisi trekingnya pun datar dan tidak memakan waktu yang lama, hanya sekitar 10 menit saya sudah sampai di depan Curug Sentral.







Di area ini ada 2 buah curug yaitu Curug Sentral 1 dan Curug Sentral 2. Untuk menuju Curug Sentral 2 saya harus naik melalui jalur yang ada di samping Curug Sentral 1, treknya sempit dan menanjak terus lumayan bikin ngos ngosan. Sekitar 15 menit trekking ke atas, sampailah saya di Curug Sentral 2, ada beberapa orang juga yang sudah tiba disini untuk menikmati air dari Curug Sentral 2.









































Tak terasa sudah pukul 13.00, 3 jam saya disini menikmati keindahan dari Curug Sentral, saya pun memutuskan untuk pulang karena sudah mendung dan agar sampai rumah tidak terlalu malam.
Sebenarnya masih ada 1 curug lagi disini yaitu Curug Sentral 3 (Curug Holipet), tapi pintu masuknya berbeda dengan Curug Sentral 1 dan 2, dan masih memalui perjalanan lagi menggunakan kendaraan melewati perkebunan teh di atas, ada petunjuknya juga pas di depan PT Perkebunan Teh Assam Indah.

Pulangnya saya mencoba jalur Parakan Salak yang nanti tembusnya di Pasar Parung Kuda, jalur disini banyak yang rusak sehingga memakan waktu yg lebih lama dari jalur Cikidang, rekomendasi saya si kalau ke Curug Sentral ini lebih enak lewat jalur Cikidang daripada jalur Parakan Salak, karena Jalur Cikidang lebih bagus dan tidak banyak pertigaan.

Sampai jumpa lagi diperjalanan saya ke curug selanjutnya, terima kasih telah membaca pengalaman saya.

Selasa, 20 November 2018

TRIP TO CURUG JAWA TAMANSARI & CURUG GOONG TENJOLAYA BOGOR

Sudah hampir 2 bulan saya tidak explore curug curug baru, rencananya tadinya ingin explore Curug Sentral Sukabumi rame rame, tapi pas hari H ada keperluan yang urgent, jadi di cancel terus. Ada hari libur luang pada hari selasa nanti, mungkin bisa saya manfaatkan untuk mengexplore curug curug baru tapi yang masih dekat dekat saja sekitaran Bogor supaya tidak cape karena besoknya kerja lagi. Curug yang ingin saya explore yaitu Curug Jawa yang berada di Tamansari Bogor dan Curug Goong yang berada di Tenjolaya Bogor, sebelumnya saya juga pernah ke Curug Jawa akan tetapi saat itu airnya kering, nah sekarang sudah masuk musim penghujan mudah mudahan sudah lumayan airnya.



Saya pun mengontek Pardi supaya menemani saya untuk mengexplore 2 curug baru ini, 2 curug baru ini (Curug Jawa & Curug Goong) masih jarang di explore manusia jadi mungkin masih lumayan iseng hawa hawanya. Selasa 20 November 2018 kami berdua berangkat menuju Curug Jawa & Curug Goong, pukul 06.00 mulai start berangkat dari Tambun, jalur yang akan kami lalui meliputi Bekasi – Cileungsi – Citeureup – Sirkuit Sentul – Jl.Raya Bogor - Kebun Raya Bogor – BTM – Ciapus – SMAN 1 Tamansari - Curug Jawa - Curug Nangka – Curug Luhur – Arca Domas – Tenjolaya - Curug Goong. Sesampainya di depan Sirkuit Sentul ini kami belok ke kanan ke arah Jalan Raya Bogor.


Lurus terus dari Jl.Raya Bogor nanti ketemu Tol Jagorawi kami terus sampai ke Tugu Kujang Kebun Raya Bogor lalu belok kanan, terus sampai terlihat Mall BTM kami ambil kiri.


Lalu ada lampu merah kami ambil ke kanan ke arah Ciapus/Ciomas. Ada belokan lagi ke kiri kami ambil ke arah Ciapus, melewati perempatan yang jika lurus ke Pekemahan Sukamantri, ke kiri ke Cijeruk, kami ambil ke kanan ke Tamansari, dari perempatan ini tidak jauh gang menuju Curug Jawa. Gang masuk ke Curug Jawa yaitu ada plang Situs Pundenberundak Calobak atau SMAN 1 Tamansari.


Masuk ke dalam sedikit menanjak dengan jalanan yang agak ancur, sampailah kami di depan Masjid Nurul Hidayah, disinilah kami memarkirkan kendaraan, tidak ada yang berjaga karena memang Curug Jawa ini belum dijadikan wisata, alirannya masih di pakai warga, jadi HTM & parkir masih gratis, kalau mau kesini buat jaga jaga bisa bawa kunci kendaraan.


Masuk melalui gang rumah warga, lalu menuju hutan bambu yang lembab, turun sampai ke bawah aliran sungai, alirannya masih kecil ternyata, di bawah ini mulai berasa hawa hawa mistisnya karena tempatnya lembab tertutup hutan bambu yang di kelilingi tebing tebing yang tinggi.



Terus sampai ujung sampailah kami di depan Curug Jawa.




Aliran air di Curug Jawa ini sangat kecil jatuhnya padahal sudah sering hujan, airnya pun bening & dingin, dengan kedalaman sekitar 1.5 meter, sayangnya walau airnya bening tapi masih banyak sampah plastik di sepanjang sungai tadi.




Kami tidak ingin terlalu lama di Curug Jawa ini karena mulai berasa hawa mistisnya, selesai beberapa dokumentasi lalu kami berdua meninggalkan area Curug Jawa dan menuju curug berikutnya yaitu Curug Goong. Keluar dari Kp.Calobak ini kami terus melewati beberapa curug juga di sepanjang jalan seperti Curug Nangka, Curug Sawer, Curug Ciseeng, Curug Luhur, Arca Domas, lalu tibalah kami di gang Curug Ciampea & Curug Ciputri. Ya untuk menuju Curug Goong ini patokannya arah menuju Curug Ciampea.



Lurus terus lagi melewati jalan jalan kecil nah patokannya nanti ada tanah lapang di kiri jalan dengan sebuah rumah di tengahnya lalu kami ambil ke kanan, ada warung juga pas belokan ke kanan ini, sekarang juga sudah ada plang arah ke curug curugnya, tidak seperti dulu masih harus nanya ke warga.hehe




Patokannya untuk menuju ke Curug Goong yaitu jembatan pertama, tidak ada petunjuk di sepanjang jalan disini, salah satu petunjuknya yaitu bertanya ke warga yang lewat, kami juga sempat kelewat jauh sampai mau ke atas Curug Ciampea, untung sempat bertanya lalu kami balik arah ke jembatan pertama tadi dan memarkirkan kendaraan di sebuah rumah warga yang terdapat warungnya dengan meminta izin terlebih dahulu.


Sebelum trekking ke Curug Goong kami berdua santai santai dulu di warung sambil ngobrol ngobrol dengan pemilik warung, kalau mau ke Curug Goong ikuti aja aliran sungainya g jauh sekitar 100 meter katanya. Telihat di depan warung, banyak orang orang yang lalu lalang menuju ke Curug Ciampea, karena memang tidak banyak yang tahu tentang Curug Goong ini, jadi hanya melewatinya saja.

Setelah makan & minum di warung serta ngobrol ngobrol, kami bersiap untuk trekking menuju Curug Goong, di mulai dengan berjalan di jalur setapak samping warung kecil di depan rumah, lalu berjalan di rerumputan yang di samping kirinya terdapat pembatas beton.



Tidak beberapa lama, lalu kami turun ke arah aliran sungai.



Lanjut dengan menyusuri aliran sungai yang sedikit alirannya mengalir, airnya dingin & bening, pasti di curugnya mantep buat mandi nanti. Di tengah perjalanan juga ada beberapa orang yang sedang menambang di pinggiran sungai.




Di tengah perjalanan ternyata jalurnya tertutup dengan bongkahan batu yang sangat besar, kelihatannya belum lama longsor, ngeri juga kalau kelamaan disini takut ada longsor juga.


Nah di balik batu besar inilah Curug Goong berada, sedikit kecewa karena aliran air di Curug Goong ko coklat ya, padahal aliran sungai tadi bening banget, di instagram juga bening bening postingannya, ya sudah lah daripada nganggur tuh air, nyebur aja dah, tapi biar coklat, airnya dingin juga.



Curug Goong ini berada tersembunyi di dalam aliran sungai, sehingga jarang orang yang tahu keberadaannya, kedalamannya hanya sekitar kedada orang dewasa di tengahnya.



Setelah beberapa lama kami berada di Curug Goong ini, kami berdua pun meninggalkan lokasi dan kembali ke warung tadi. Curug Goong ini masih belum di kelola sehingga HTM & parkirnya pun masih gratis, tinggal minta izin ja sama warga kalau mau ke Curug Goong ini. Pukul 13.00 kami meninggalkan daerah Tenjolaya ini dan pulang kembali ke Bekasi.

Sampai ketemu lagi diperjalanan saya ke curug curug selanjutnya.

Note : Sertakan sumbernya bila ingin mengambil gambar atau cerita dari blog ini, terima kasih.