Sabtu, 28 Juli 2018

TRIP TO CURUG SAWER DESA WISATA MALASARI NANGGUNG BOGOR

Trip saya kali ini ingin mengexplore daerah di Gunung Halimun, saya belum pernah berkunjung ke Gunung Halimun ini karena jaraknya yang cukup jauh. Dari jauh jauh hari Mba Riri sudah membuat planningnya di grup grup whatsapp untuk berkunjung ke salah satu curug yang ada di Taman Nasional Gunung Halimun yaitu Curug Sawer yang berada di Desa Wisata Malasari Kec.Nanggung Kab.Bogor. Seminggu sebelumnya sudah mulai banyak yang berpatisipasi untuk trip ke Curug Sawer ini, sudah ada sekitar 15 orang (Saya, Mba Riri, Kang Yayat, Heru, Pak Ade, Kang Daden, Kang Ajat, Kang Budi, Mba Eva, Kang Anwar, Kang Yahya, Kang Narya, Kang Indra, Miggel & Iziq), kami akan berangkat tanggal 28 Juli 2018, untuk Mepo yaitu di Indomart setelah Terminal Leuwiliang sekitar pukul 07.30.



Sabtu pagi saya yang rumahnya di Bekasi berangkat pagi sekali sekitar jam 04.30. Jalur yang saya lalui mulai dari Bekasi – Ps.Cileungsi – Ps.Citeureup – Sirkuit Sentul – Jl.Raya Bogor – Bubulak/Yasmin – IPB Darmaga – Pertigaan Cibatok – Pertigaan Kracak – Terminal Leuwiliang. Sesampainya di depan Sirkuit Sentul saya belok ke kanan ke arah Jalan Raya Bogor.


Sesampainya di Jl.Raya Bogor lalu belok ke kiri, lurus dan ketemu Tol Jagorawi, saya belok kanan ke arah Darmaga.

Pengerjaan tol ini sudah rapih dan jalurnya pun lebar. Ada pertigaan Lotte Mart saya belok ke kiri ke Terminal Bubulak atau Yasmin (jika lurus ke arah Parung).


Di depan Yasmin saya berhenti sejenak untuk mengisi perut karena sudah lapar (padahal baru pukul 06.30), sambil makan saya coba mengontek Heru yang ingin bareng dari Yasmin ini, Heru ternyata bareng dari Parung sama Mba Riri dll, akhirnya selesai makan saya pun langsung cus ke Terminal Leuwiliang. Melewati Yasmin dan Terminal Bubulak lurus sampai mentok lalu belok ke kanan ke arah IPB Darmaga (kiri ke Ciapus).


Melewati Pertigaan Cibatok (Gunung Salak Endah), lurus terus.


Melewati Pertigaan Kracak (Desa Wisata Ciasmara), lurus terus.


Akhirnya saya sampai di Terminal Leuwiliang lebih awal 07.20, ngasoh dulu di Alfamart buat nambah tenaga, lalu mengabari yang lain. Tanpa saya ketahui ternyata Pak Ade juga ikut, dia baru sampai Yasmin, sedangkan Mba Riri, Heru dan Kang Yayat ternyata sudah sampai juga di Indomart depan, saya pun menyusul mereka untuk menunggu disana. Di Indomart sudah ada Mba Riri, Alan, Heru, Kang Yayat, Miggel & Iziq, kami pun menunggu yang lainnya datang disini. Tidak lama satu persatu yang lain pun datang, tepat 08.30 kami mulai start berangkat bersama sama menuju Curug Sawer yang ada di Nanggung Bogor.


Di Pertigaan Cigudeg kami ambil kiri ke arah Nanggung, jika lurus ke arah Jasinga.

Jalan disini aspalnya masih bagus sehingga perjalanan terasa nyaman, ada cabang di jalan kami ambil ke kanan.


Darisini jalanan mulai ancur banyak lubang di sepanjang jalan, tanjakan serta turunannya pun rusak jalannya, sangat dianjurkan motor dalam kondisi sehat kalau mau kesini karena lumayan berat jalannya. Ada pertigaan kami ambil ke kiri (jika ke kanan ke Curug Penganten), kami berhenti sejenak untuk menunggu yang lain sambil mendinginkan mesin motor.


Setelah semua berkumpul, kami lanjut lagi perjalanan, kondisi jalan di depan ternyata masih sama rusak jalannya dengan rimbunnya pepohonan hutan



Di tengah jalan kami melihat sebuah petunjuk kecil, petunjuk ini mengarahkan ke Curug Tujuh (1.5KM) dan Camp Ground.



Akhirnya kami sampai di depan Taman Nasional Gunung Halimun, disini banyak sekali curug curug dan wisatanya. Kami brefing sejenak dan mendinginkan mesin motor karena di depan turunan tajam yang cukup panjang sampai bawah sehingga bagi matik yang boncengan bisa pindah ke motor gede karena rem matik cepat aus, supaya tidak terjadi hal yang tidak tidak seperti rem blong dll.


Benar saja sesampainya di bawah ada motor yang blong remnya karena terlalu panas remnya tapi masih bisa dikendalikan, kami pun mengistirahatkan motor sejenak agar agak dingin. Di depan Kantor Desa Malasari kami belok ke kanan (ada plang petunjuknya)


Darisini sudah sangat dekat, jalanan beton halus hingga akhirnya kami parkir disebuah tanah lapang yang tidak terlalu luas yang didepannya rumah ketua RT setempat.


Setelah meminta izin kepada ketua RT kami mulai trekking ke Curug Sawer, sebelumnya yang sudah pernah ke Curug Sawer ini adalah Mba Riri dan Kang Daden jadi kami tinggal mengikuti saja jalannya, bagi yang belum pernah ke Curug Sawer ini bisa meminta warga setempat untuk mengantar karena jalurnya yang belum ada. Jalur ke Curug Sawer ini melintasi tengah tengah area persawahan dengan jalan setapak yang hanya cukup 2 kaki, kami kesini pas kondisi sawah sedang di garap sehingga padinya belum ada, jika kondisi sawah sedang panen atau lebat dengan padi cukup sulit juga menemukan jalurnya.







Sehabis melintasi area sawah, kami memasuki hutan, darisini sudah sangat dekat sekali dengan Curug Sawer, tinggal jalan datar lalu turun ke bawah, sampai dah.


Tibalah kami di depan Curug Sawer yang cukup tinggi dengan dikelilingi rimbun pepohonan. Curug Sawer ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter dengan bentuk dinding yang unik menurut saya dan kedalaman kolamnya sekitar 1.5 meter.




Sambil melepas lelah perjalanan, kami memakan bekel yang di beli di jalan tadi secara bersama sama, di Curug Sawer ini belum ada warung ataupun makanan yang di jual, kamar ganti pun tidak ada, Curug Sawer ini curug yang masih alami masih belum banyak orang yang berkunjung, jadi cocok buat yang suka petualang di alam.





Curug Sawer ini ada 3 tingkatan, dibawah Curug Sawer ada curug kecil sekitar 7 meter tingginya, hati hati jika mau ke curug kecil ini karena jalannya melewati bebatuan yang licin, kalau kepeleset wassalam.




Di bawah curug kecil ini ada curug lagi yang lumayan tinggi kayaknya, kami tidak bisa ke bawah darisini karen jalurnya yang tidak ada, kami harus berputar ke area persawahan tadi lalu turun ke bawah untuk menuju ke curug di bawah curug kecil ini. Agar bisa melihat curug yang di bawah Curug Sawer, pukul 13.00 kami pun berpindah tempat berbalik pulang menuju jalan curug di bawah, sebagian dari kami ada yang menuju curug dibawahnya, ada yang kembali ke parkiran.

Curug di bawah curug sawer ini belum memiliki nama, cukup tinggi juga mungkin sekitar 20 meter dengan bantuk dinding yang unik juga.



Curug ini juga masih jarang di jamah oleh orang orang sehingga masih berasa hawanya menurut saya, cukup berfoto foto saja lalu kami pun kembali lagi ke atas dan balik ke parkiran.





Sampai di parkiran kami meminta izin untuk berganti pakaian di salah satu rumah warga karena tempat ganti umum tidak ada, sedangkan masjidnya cukup jauh. Disini kami patungan 15rb/orang untuk biaya parkir & masuk Curug Sawer, ngga enak juga udah di rapihin motornya saat parkir & di kasih tempat buat ganti pakaian serta istirahat. Setelah rapih semua, kami pun meninggalkan parkiran, karena waktu sudah mepet sudah 14.30 kami mengejar untuk shalat dzuhur di masjid depan kantor desa.



Selesai shalat dzuhur kami mulai meninggalkan Desa Wisata Malasari ini, untuk kembali ke rumah kami masing masing.

Sampai ketemu lagi diperjalanan saya ke curug curug selanjutnya.

Note : Sertakan sumbernya bila ingin mengambil gambar atau cerita dari blog ini, terima kasih

4 komentar:

  1. mantab dan kompak sekali, maaf boleh pinta gambarnya untuk di share yah,

    BalasHapus
  2. Mba riri,mba tya m anaknya alan memang sepaket klo nyurug heeher

    BalasHapus
  3. Saya kemaren ke sanah ke sasar

    BalasHapus